InstaForex

Senin, 21 Juni 2010

Minum Teh Bisa Cegah Stroke! *)

Senin, 19 Oct 2009 13:54:50

Pdpersi, Jakarta - Teh menjadi minuman universal yang dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Selain itu, teh baik untuk kesehatan, karena berkhasiat menangkal radikal bebas, serta menurunkan kadar kolesterol jahat dan risiko sejumlah penyakit berat, termasuk mencegah serangan stroke.

Di negeri Tiongkok, teh secara turun-temurun telah menjadi minuman sehari-hari yang menyehatkan. Pada abad ke-7, melalui Jalur Sutera dan lautan bebas, teh Tiongkok mulai tersebar ke seluruh dunia dalam jumlah besar. Saat ini teh telah ditanam di lebih dari 50 negara di lima benua.

Berbagai manfaat teh bagi kesehatan, antara lain menurunkan kadar kolesterol kolesterol jahat, menurunkan resiko penyakit kanker, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mencegah serangan stroke, menurunkan berat badan, serta meningkatkan stamina.

Namun demikian, hasil yang maksimal sangat ditentukan oleh kualitas daun teh dan cara penyajian teh yang benar. “Kualitas terbaik daun teh berada pada tiga pucuk daun pertama,” ungkap Prof Dede Kusmana SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta dalam temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta, kemarin.

Khasiat teh, lanjut Prof Dede, berada pada komponen bioaktif yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang muda dan utuh. Komponen dalam daun teh yang bermanfat bagi kesehatan adalah senyawa polifenol merupakan sumber anti oksidan sebagai unsur yang paling potensial menangkal radikal bebas.

Pengolahan teh melibatkan proses fermentasi, yaitu reaksi oksidasi dari senyawa polifenol yang terkandung di dalam daun teh oleh enzim polifenol oksidase yang dibantu oleh oksigen dari udara. Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teh hijau yang diproses tanpa mengalami fermentasi, teh oolong yang diproses secara semi fermentasi, dan teh hitam diproses dengan fermentasi penuh.

Ketiga jenis teh tersebut dapat dibedakan dari warna seduhan teh, yaitu teh hijau berwarna hijau, teh oolong berwarna keemasan, teh hitam berwarna coklat kemerahan.

Tubuh manusia secara alami dilengkapi dengan enzim yang bekerja mengontrol efek dari radikal bebas dan meminimalkan kerusakan yang dibentuknya. Enzim ini disebut superoxide dismutase (SOD). Jika enzim ini berfungsi penuh, maka dapat memberantas radikal bebas yang dibentuk di dalam tubuh. SOD disimpan di dalam tubuh dan tidak dapat digantikan dengan jenis nutrisi, seperti vitamin. Namun, penelitian mutakhir menemukan bahwa ternyata polyphenol, yang ditemukan di teh oolong dapat meningkatkan fungsi dari SOD dalam tubuh untuk mengendalikan radikal bebas.

Manfaat dari polyphenol dalam teh oolong telah dikonfirmasikan oleh percobaan klinis. Polyphenol dalam teh oolong menawarkan dua fungsi, yaitu untuk meningkatkan fungsi dari enzim SOD dan kedua, untuk memberantas radikal bebas.

Pada sebuah pembuktian klinis terhadap beberapa responden yang meminum teh oolong sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan, menunjukkan bahwa mengonsumsi teh oolong ternyata efektif dalam meningkatkan fungsi dari SOD di dalam tubuh, efektif dalam mencegah penuaan kulit seperti bercak-bercak hitam dan keriput karena fungsi SOD bekerja pada sel kulit, teh oolong juga sangat efektif dalam memperkuat fungsi limpa dan fungsi ginjal, sebagaimana telah diakui oleh pengobatan herbal Tiongkok.

“Efektifitas polyphenol dalam teh oolong tersebut juga telah dikonfirmasi secara ilmiah,” kata Prof Dede.

Cita rasa dan aroma dari teh jawa oolong sangat khas, harum dan menyegarkan serta meninggalkan rasa manis ditenggorokan saat diminum.

Proses pengolahan teh jawa oolong tanpa tambahan bahan kimia sebagai pengawet, akan menghasilkan daun teh yang sangat kering dan renyah.

Teh oolong juga memiliki manfaat bagi kesehatan terutama untuk mencegah pekerjaan radikal bebas dalam tubuh, karena daya anti oksidan dalam teh oolong 100 kali lebih besar dibanding vitamin C.

Senyawa dalam daun teh oolong yang berperan penting bagi kesehatan adalah senyawa polifenol, theanin, kandungan mineral serta kandungan alkaloid. Polifenol dalam teh jawa oolong dapat membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase yang mampu menyingkirkan radikal bebas, karena polifenol ini memiliki daya antioksidan 100 kali lebih besar dari vitamin C.

Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (catechin) dan turunnannya epigallokatekin (EGCG) serta theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. (izn)

*)di copy dalam acara :temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta. Senin, 19 Oct 2009 13:54:50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar