Banyak wanita mencoba kurangi berat badan melalui diet yang terlalu ketat. Misalnya, rela kelaparan demi memperoleh hasil yang diimpikan.
Tampaknya memang masuk akal, tapi cara ini bisa sebabkan salah kaprah. Beberapa ahli berpendapat, sebenarnya diet yang baik bukan mati-matian menghindari makanan seperti itu. Dengan mengatur pola makan sehat saat diet, Anda dapat terhindar dari siksaan kelaparan.
Lewat penerapan pola hidup sehat, Anda juga dapat menjaga tubuh tetap bugar dan langsing secara sehat, seperti dikutip dari Modern Mom.
Buat jadwal
Atur jadwal makan. Misalnya Anda bisa memberi jarak dua sampai tiga jam sebelum makan lagi. Buatlah jadwal makan Anda secara teratur setiap hari dan konsistenlah mengikutinya. Agar Anda selalu diingatkan jadwal yang telah disusun, Anda bisa menempelkannya di kulkas atau tempat-tempat strategis lainnya.
Konsumsi makanan tinggi protein
Makanan tinggi protein akan membuat Anda kenyang lebih lama. Makanan ini sekaligus bermanfaat untuk memberi bahan bakar yang baik bagi tubuh.
Anda bisa menyantap makanan tinggi protien dan rendah lemak, seperti dada ayam tanpa kulit, dada kalkun tanpa kulit, ikan salmon, tuna, sardin, mackerel, putih telur, tahu, dan tempe, susu kedelai.
Bawa bekal
Ini penting bila Anda ingin bepergian. Dengan membawa bekal makanan, Anda bisa makan di mana saja. Ini juga untuk mengantisipasi agar Anda tidak menyimpang dari jadwal makan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ikuti aturan
Rekam asupan kalori yang terkandung dalam makanan yang Anda konsumsi. Catat apa saja yang Anda makan serta berapa banyak kalori di setiap makanan. Ini untuk memastikan apakah frekuensi makan Anda sehingga tidak makan berlebihan.
Berapa banyak kalori?
Nah, ini yang penting. Sering makan, bukan berarti Anda makan lebih banyak. Tapi, perlu Anda tahu, asalkan kalori yang terkandung dalam makanan Anda itu ketika dijumlahkan, maksimal antara 1.800 dan 2.000 kalori. Artinya, setiap makan yang Anda konsumsi setidaknya terdiri dari sekitar 300-350 kalori. (pet)
Diet oolong tea LANGSUNG LANGSING
Selasa, 07 Desember 2010
Sabtu, 16 Oktober 2010
Tangkis Penyakit Ini dengan Teh
Kenikmatan segelas teh hangat tak hanya dirasakan saat menyentuh indra pengecap. Bukan rahasia lagi kalau teh juga mampu menenangkan pikiran dan menyegarkan tubuh.
Tetapi tahukan Anda, manfaat lain teh? Teh ternyata juga dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit yang setiap saat bisa menghampiri tubuh kita.
Secangkir teh mampu menangkis penyakit-penyakit ini:
Jantung
Minum tiga cangkir teh hitam sehari memainkan peranan dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Flavonoid dalam teh hitam dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Dehidrasi
Jika Anda minum teh kurang dari lima cangkir setiap hari, ini benar-benar dapat meningkatkan hidrasi karena memberikan kadar air dan juga sebagai antioksidan penyembuhan.
Racun
Teh hijau, putih, dan hitam kaya akan antioksidan polifenol, yakni elemen yang membantu tubuh mempertahankan diri melawan racun. Polifenol dalam teh memiliki kemampuan mengurangi risiko kanker lambung dan kulit jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, enam cangkir per hari.
Gangguan metabolisme
Teh hijau sangat efektif dalam mendorong metabolisme tubuh. Teh ini bisa mempercepat oksidasi lemak tubuh serta meningkatkan kepekaan terhadap insulin dan toleransi glukosa. Polifenol katekin dalam teh hijau meningkatkan thermogenesis atau tingkat di mana tubuh dapat membakar kalori.
Tetapi tahukan Anda, manfaat lain teh? Teh ternyata juga dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit yang setiap saat bisa menghampiri tubuh kita.
Secangkir teh mampu menangkis penyakit-penyakit ini:
Jantung
Minum tiga cangkir teh hitam sehari memainkan peranan dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Flavonoid dalam teh hitam dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Dehidrasi
Jika Anda minum teh kurang dari lima cangkir setiap hari, ini benar-benar dapat meningkatkan hidrasi karena memberikan kadar air dan juga sebagai antioksidan penyembuhan.
Racun
Teh hijau, putih, dan hitam kaya akan antioksidan polifenol, yakni elemen yang membantu tubuh mempertahankan diri melawan racun. Polifenol dalam teh memiliki kemampuan mengurangi risiko kanker lambung dan kulit jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, enam cangkir per hari.
Gangguan metabolisme
Teh hijau sangat efektif dalam mendorong metabolisme tubuh. Teh ini bisa mempercepat oksidasi lemak tubuh serta meningkatkan kepekaan terhadap insulin dan toleransi glukosa. Polifenol katekin dalam teh hijau meningkatkan thermogenesis atau tingkat di mana tubuh dapat membakar kalori.
Senin, 28 Juni 2010
Turunkan kolestrol dengan teh Oolong
Selama ini jenis teh yang paling sering dikonsumsi adalah teh hitam atau teh hijau. Selain dua teh tersebut sebenarnya ada jenis teh lain yaitu teh oolong yang juga memiliki khasiat tinggi bagi kesehatan.
Perbedaan antara teh oolong dengan teh hitam serta teh hijau adalah proses fermentasinya. Teh oolong ini diproses secara semi fermentasi. Sedangkan, teh hijau tanpa fermentasi dan teh hitam diproses secara fermentasi penuh. Hal yang sangat khas dari teh oolong adalah warnanya yang keemasan saat diseduh dan aromanya.
Keunggulan teh oolong ini adalah kandungan antioksidannya 100 kali lebih banyak dibandingkan suplemen vitamin C. Hal itu karena senyawa polifenol, theanin, mineral serta alkaloid dalam daun teh oolong sangat tinggi.
Polifenol dalam teh oolong membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase (SOD) yang bisa menyingkirkan radikal bebas. Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (Catechin) dan turunnannya Epigallokatekin (EGCG) dan Theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. Semua senyawa tersebut bisa Anda dapatkan dalam kandungan yang cukup tinggi dalam teh oolong.
Untuk mendapatkan khasiat teh oolong secara maksimal, minumlah setiap hari minimal empat gelas. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dede Kusmana, Guru Besar Ilmu Kardiologi, Universitas Indonesia menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi teh sebanyak 4 hingga 6 gelas per hari secara teratur bisa memberikan efek positif bagi kesehatan.
"Teh itu berfungsi juga sebagai antiradang, antiinflamasi serta antibiotik. Saat sedang flu atau merasa tidak badan, teh bisa meredakan gejala tersebut. Bahkan mengonsumsi obat antibiotik dengan teh bisa meningkatkan kerja obat," kata Prof. Dede Kusmana, Guru Besar Ilmu Kardiologi Universitas Indonesia dalam acara diskusi The Miracle Of Oolong Tea, di butik Teh Enam Tiga, Pacific Place, Jakarta, 14 Oktober 2009.
Dengan mengonsumsi teh oolong secara teratur bisa menurunkan level LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh serta menekan proses pembekuan darah yang memicu serangan jantung. Jadi, mulai sekarang minumlah teh secara teratur demi kesehatan.
Jenis terakhir adalah Oolong Tea yang merupakan jenis teh yang paling sulit untuk di proses di antara ke-3 jenis teh yang lainnya. Untuk kadar kafein dan antioxidant, Oolong Tea berada diantara Green Tea dan Black Tea.
Perbedaan antara teh oolong dengan teh hitam serta teh hijau adalah proses fermentasinya. Teh oolong ini diproses secara semi fermentasi. Sedangkan, teh hijau tanpa fermentasi dan teh hitam diproses secara fermentasi penuh. Hal yang sangat khas dari teh oolong adalah warnanya yang keemasan saat diseduh dan aromanya.
Keunggulan teh oolong ini adalah kandungan antioksidannya 100 kali lebih banyak dibandingkan suplemen vitamin C. Hal itu karena senyawa polifenol, theanin, mineral serta alkaloid dalam daun teh oolong sangat tinggi.
Polifenol dalam teh oolong membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase (SOD) yang bisa menyingkirkan radikal bebas. Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (Catechin) dan turunnannya Epigallokatekin (EGCG) dan Theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. Semua senyawa tersebut bisa Anda dapatkan dalam kandungan yang cukup tinggi dalam teh oolong.
Untuk mendapatkan khasiat teh oolong secara maksimal, minumlah setiap hari minimal empat gelas. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dede Kusmana, Guru Besar Ilmu Kardiologi, Universitas Indonesia menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi teh sebanyak 4 hingga 6 gelas per hari secara teratur bisa memberikan efek positif bagi kesehatan.
"Teh itu berfungsi juga sebagai antiradang, antiinflamasi serta antibiotik. Saat sedang flu atau merasa tidak badan, teh bisa meredakan gejala tersebut. Bahkan mengonsumsi obat antibiotik dengan teh bisa meningkatkan kerja obat," kata Prof. Dede Kusmana, Guru Besar Ilmu Kardiologi Universitas Indonesia dalam acara diskusi The Miracle Of Oolong Tea, di butik Teh Enam Tiga, Pacific Place, Jakarta, 14 Oktober 2009.
Dengan mengonsumsi teh oolong secara teratur bisa menurunkan level LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh serta menekan proses pembekuan darah yang memicu serangan jantung. Jadi, mulai sekarang minumlah teh secara teratur demi kesehatan.
Jenis terakhir adalah Oolong Tea yang merupakan jenis teh yang paling sulit untuk di proses di antara ke-3 jenis teh yang lainnya. Untuk kadar kafein dan antioxidant, Oolong Tea berada diantara Green Tea dan Black Tea.
Senin, 21 Juni 2010
Minum Teh Bisa Cegah Stroke! *)
Senin, 19 Oct 2009 13:54:50
Pdpersi, Jakarta - Teh menjadi minuman universal yang dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Selain itu, teh baik untuk kesehatan, karena berkhasiat menangkal radikal bebas, serta menurunkan kadar kolesterol jahat dan risiko sejumlah penyakit berat, termasuk mencegah serangan stroke.
Di negeri Tiongkok, teh secara turun-temurun telah menjadi minuman sehari-hari yang menyehatkan. Pada abad ke-7, melalui Jalur Sutera dan lautan bebas, teh Tiongkok mulai tersebar ke seluruh dunia dalam jumlah besar. Saat ini teh telah ditanam di lebih dari 50 negara di lima benua.
Berbagai manfaat teh bagi kesehatan, antara lain menurunkan kadar kolesterol kolesterol jahat, menurunkan resiko penyakit kanker, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mencegah serangan stroke, menurunkan berat badan, serta meningkatkan stamina.
Namun demikian, hasil yang maksimal sangat ditentukan oleh kualitas daun teh dan cara penyajian teh yang benar. “Kualitas terbaik daun teh berada pada tiga pucuk daun pertama,†ungkap Prof Dede Kusmana SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta dalam temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta, kemarin.
Khasiat teh, lanjut Prof Dede, berada pada komponen bioaktif yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang muda dan utuh. Komponen dalam daun teh yang bermanfat bagi kesehatan adalah senyawa polifenol merupakan sumber anti oksidan sebagai unsur yang paling potensial menangkal radikal bebas.
Pengolahan teh melibatkan proses fermentasi, yaitu reaksi oksidasi dari senyawa polifenol yang terkandung di dalam daun teh oleh enzim polifenol oksidase yang dibantu oleh oksigen dari udara. Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teh hijau yang diproses tanpa mengalami fermentasi, teh oolong yang diproses secara semi fermentasi, dan teh hitam diproses dengan fermentasi penuh.
Ketiga jenis teh tersebut dapat dibedakan dari warna seduhan teh, yaitu teh hijau berwarna hijau, teh oolong berwarna keemasan, teh hitam berwarna coklat kemerahan.
Tubuh manusia secara alami dilengkapi dengan enzim yang bekerja mengontrol efek dari radikal bebas dan meminimalkan kerusakan yang dibentuknya. Enzim ini disebut superoxide dismutase (SOD). Jika enzim ini berfungsi penuh, maka dapat memberantas radikal bebas yang dibentuk di dalam tubuh. SOD disimpan di dalam tubuh dan tidak dapat digantikan dengan jenis nutrisi, seperti vitamin. Namun, penelitian mutakhir menemukan bahwa ternyata polyphenol, yang ditemukan di teh oolong dapat meningkatkan fungsi dari SOD dalam tubuh untuk mengendalikan radikal bebas.
Manfaat dari polyphenol dalam teh oolong telah dikonfirmasikan oleh percobaan klinis. Polyphenol dalam teh oolong menawarkan dua fungsi, yaitu untuk meningkatkan fungsi dari enzim SOD dan kedua, untuk memberantas radikal bebas.
Pada sebuah pembuktian klinis terhadap beberapa responden yang meminum teh oolong sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan, menunjukkan bahwa mengonsumsi teh oolong ternyata efektif dalam meningkatkan fungsi dari SOD di dalam tubuh, efektif dalam mencegah penuaan kulit seperti bercak-bercak hitam dan keriput karena fungsi SOD bekerja pada sel kulit, teh oolong juga sangat efektif dalam memperkuat fungsi limpa dan fungsi ginjal, sebagaimana telah diakui oleh pengobatan herbal Tiongkok.
“Efektifitas polyphenol dalam teh oolong tersebut juga telah dikonfirmasi secara ilmiah,†kata Prof Dede.
Cita rasa dan aroma dari teh jawa oolong sangat khas, harum dan menyegarkan serta meninggalkan rasa manis ditenggorokan saat diminum.
Proses pengolahan teh jawa oolong tanpa tambahan bahan kimia sebagai pengawet, akan menghasilkan daun teh yang sangat kering dan renyah.
Teh oolong juga memiliki manfaat bagi kesehatan terutama untuk mencegah pekerjaan radikal bebas dalam tubuh, karena daya anti oksidan dalam teh oolong 100 kali lebih besar dibanding vitamin C.
Senyawa dalam daun teh oolong yang berperan penting bagi kesehatan adalah senyawa polifenol, theanin, kandungan mineral serta kandungan alkaloid. Polifenol dalam teh jawa oolong dapat membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase yang mampu menyingkirkan radikal bebas, karena polifenol ini memiliki daya antioksidan 100 kali lebih besar dari vitamin C.
Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (catechin) dan turunnannya epigallokatekin (EGCG) serta theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. (izn)
*)di copy dalam acara :temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta. Senin, 19 Oct 2009 13:54:50
Pdpersi, Jakarta - Teh menjadi minuman universal yang dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Selain itu, teh baik untuk kesehatan, karena berkhasiat menangkal radikal bebas, serta menurunkan kadar kolesterol jahat dan risiko sejumlah penyakit berat, termasuk mencegah serangan stroke.
Di negeri Tiongkok, teh secara turun-temurun telah menjadi minuman sehari-hari yang menyehatkan. Pada abad ke-7, melalui Jalur Sutera dan lautan bebas, teh Tiongkok mulai tersebar ke seluruh dunia dalam jumlah besar. Saat ini teh telah ditanam di lebih dari 50 negara di lima benua.
Berbagai manfaat teh bagi kesehatan, antara lain menurunkan kadar kolesterol kolesterol jahat, menurunkan resiko penyakit kanker, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mencegah serangan stroke, menurunkan berat badan, serta meningkatkan stamina.
Namun demikian, hasil yang maksimal sangat ditentukan oleh kualitas daun teh dan cara penyajian teh yang benar. “Kualitas terbaik daun teh berada pada tiga pucuk daun pertama,†ungkap Prof Dede Kusmana SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta dalam temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta, kemarin.
Khasiat teh, lanjut Prof Dede, berada pada komponen bioaktif yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang muda dan utuh. Komponen dalam daun teh yang bermanfat bagi kesehatan adalah senyawa polifenol merupakan sumber anti oksidan sebagai unsur yang paling potensial menangkal radikal bebas.
Pengolahan teh melibatkan proses fermentasi, yaitu reaksi oksidasi dari senyawa polifenol yang terkandung di dalam daun teh oleh enzim polifenol oksidase yang dibantu oleh oksigen dari udara. Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teh hijau yang diproses tanpa mengalami fermentasi, teh oolong yang diproses secara semi fermentasi, dan teh hitam diproses dengan fermentasi penuh.
Ketiga jenis teh tersebut dapat dibedakan dari warna seduhan teh, yaitu teh hijau berwarna hijau, teh oolong berwarna keemasan, teh hitam berwarna coklat kemerahan.
Tubuh manusia secara alami dilengkapi dengan enzim yang bekerja mengontrol efek dari radikal bebas dan meminimalkan kerusakan yang dibentuknya. Enzim ini disebut superoxide dismutase (SOD). Jika enzim ini berfungsi penuh, maka dapat memberantas radikal bebas yang dibentuk di dalam tubuh. SOD disimpan di dalam tubuh dan tidak dapat digantikan dengan jenis nutrisi, seperti vitamin. Namun, penelitian mutakhir menemukan bahwa ternyata polyphenol, yang ditemukan di teh oolong dapat meningkatkan fungsi dari SOD dalam tubuh untuk mengendalikan radikal bebas.
Manfaat dari polyphenol dalam teh oolong telah dikonfirmasikan oleh percobaan klinis. Polyphenol dalam teh oolong menawarkan dua fungsi, yaitu untuk meningkatkan fungsi dari enzim SOD dan kedua, untuk memberantas radikal bebas.
Pada sebuah pembuktian klinis terhadap beberapa responden yang meminum teh oolong sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan, menunjukkan bahwa mengonsumsi teh oolong ternyata efektif dalam meningkatkan fungsi dari SOD di dalam tubuh, efektif dalam mencegah penuaan kulit seperti bercak-bercak hitam dan keriput karena fungsi SOD bekerja pada sel kulit, teh oolong juga sangat efektif dalam memperkuat fungsi limpa dan fungsi ginjal, sebagaimana telah diakui oleh pengobatan herbal Tiongkok.
“Efektifitas polyphenol dalam teh oolong tersebut juga telah dikonfirmasi secara ilmiah,†kata Prof Dede.
Cita rasa dan aroma dari teh jawa oolong sangat khas, harum dan menyegarkan serta meninggalkan rasa manis ditenggorokan saat diminum.
Proses pengolahan teh jawa oolong tanpa tambahan bahan kimia sebagai pengawet, akan menghasilkan daun teh yang sangat kering dan renyah.
Teh oolong juga memiliki manfaat bagi kesehatan terutama untuk mencegah pekerjaan radikal bebas dalam tubuh, karena daya anti oksidan dalam teh oolong 100 kali lebih besar dibanding vitamin C.
Senyawa dalam daun teh oolong yang berperan penting bagi kesehatan adalah senyawa polifenol, theanin, kandungan mineral serta kandungan alkaloid. Polifenol dalam teh jawa oolong dapat membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase yang mampu menyingkirkan radikal bebas, karena polifenol ini memiliki daya antioksidan 100 kali lebih besar dari vitamin C.
Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (catechin) dan turunnannya epigallokatekin (EGCG) serta theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. (izn)
*)di copy dalam acara :temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta. Senin, 19 Oct 2009 13:54:50
Jumat, 18 Juni 2010
Teh baik untuk kesehatan
Teh menjadi minuman universal yang dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Selain itu, teh baik untuk kesehatan, karena berkhasiat menangkal radikal bebas, serta menurunkan kadar kolesterol jahat dan risiko sejumlah penyakit berat, termasuk mencegah serangan stroke.
Di negeri Tiongkok, teh secara turun-temurun telah menjadi minuman sehari-hari yang menyehatkan. Pada abad ke-7, melalui Jalur Sutera dan lautan bebas, teh Tiongkok mulai tersebar ke seluruh dunia dalam jumlah besar. Saat ini teh telah ditanam di lebih dari 50 negara di lima benua.
Berbagai manfaat teh bagi kesehatan, antara lain menurunkan kadar kolesterol kolesterol jahat, menurunkan resiko penyakit kanker, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mencegah serangan stroke, menurunkan berat badan, serta meningkatkan stamina.
Namun demikian, hasil yang maksimal sangat ditentukan oleh kualitas daun teh dan cara penyajian teh yang benar. “Kualitas terbaik daun teh berada pada tiga pucuk daun pertama,” ungkap Prof Dede Kusmana SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta dalam temu wicara bertema The Miracle of Oolong Tea di Teh 63 Pacific Place Mall Jakarta, kemarin.
Khasiat teh, lanjut Prof Dede, berada pada komponen bioaktif yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang muda dan utuh. Komponen dalam daun teh yang bermanfat bagi kesehatan adalah senyawa polifenol merupakan sumber antioksidan sebagai unsur yang paling potensial menangkal radikal bebas.
Pengolahan teh melibatkan proses fermentasi, yaitu reaksi oksidasi dari senyawa polifenol yang terkandung di dalam daun teh oleh enzim polifenol oksidase yang dibantu oleh oksigen dari udara. Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teh hijau yang diproses tanpa mengalami fermentasi, teh oolong yang diproses secara semi fermentasi, dan teh hitam diproses dengan fermentasi penuh.
Ketiga jenis teh tersebut dapat dibedakan dari warna seduhan teh, yaitu teh hijau berwarna hijau, teh oolong berwarna keemasan, teh hitam berwarna coklat kemerahan.
Tubuh manusia secara alami dilengkapi dengan enzim yang bekerja mengontrol efek dari radikal bebas dan meminimalkan kerusakan yang dibentuknya. Enzim ini disebut superoxide dismutase (SOD). Jika enzim ini berfungsi penuh, maka dapat memberantas radikal bebas yang dibentuk di dalam tubuh. SOD disimpan di dalam tubuh dan tidak dapat digantikan dengan jenis nutrisi, seperti vitamin.
Namun, penelitian mutakhir menemukan bahwa ternyata polyphenol, yang ditemukan di teh oolong dapat meningkatkan fungsi dari SOD dalam tubuh untuk mengendalikan radikal bebas.
Manfaat dari polyphenol dalam teh oolong telah dikonfirmasikan oleh percobaan klinis. Polyphenol dalam teh oolong menawarkan dua fungsi, yaitu untuk meningkatkan fungsi dari enzim SOD dan kedua, untuk memberantas radikal bebas.
Pada sebuah pembuktian klinis terhadap beberapa responden yang meminum teh oolong sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan, menunjukkan bahwa mengonsumsi teh oolong ternyata efektif dalam meningkatkan fungsi dari SOD di dalam tubuh, efektif dalam mencegah penuaan kulit seperti bercak-bercak hitam dan keriput karena fungsi SOD bekerja pada sel kulit, teh oolong juga sangat efektif dalam memperkuat fungsi limpa dan fungsi ginjal, sebagaimana telah diakui oleh pengobatan herbal Tiongkok.
“Efektifitas polyphenol dalam teh oolong tersebut juga telah dikonfirmasi secara ilmiah,” kata Prof Dede.
Cita rasa dan aroma dari teh jawa oolong sangat khas, harum dan menyegarkan serta meninggalkan rasa manis ditenggorokan saat diminum.
Proses pengolahan teh jawa oolong tanpa tambahan bahan kimia sebagai pengawet, akan menghasilkan daun teh yang sangat kering dan renyah.
Teh oolong juga memiliki manfaat bagi kesehatan terutama untuk mencegah pekerjaan radikal bebas dalam tubuh, karena daya anti oksidan dalam teh oolong 100 kali lebih besar dibanding vitamin C.
Senyawa dalam daun teh oolong yang berperan penting bagi kesehatan adalah senyawa polifenol, theanin, kandungan mineral serta kandungan alkaloid. Polifenol dalam teh jawa oolong dapat membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase yang mampu menyingkirkan radikal bebas, karena polifenol ini memiliki daya antioksidan 100 kali lebih besar dari vitamin C.
Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (catechin) dan turunnannya epigallokatekin (EGCG) serta theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas.
Langganan:
Postingan (Atom)